kerbau
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Di Indonesia hewan kerbau sangat
familiar di pandangan masyarakat,khusus nya di daerah pedesaan.kerbau sendiri
banyak di pergunakan dalan kehidupan sehari-hari seperti daging,susu,dan tenaganya.hewan ini
memiliki nilai ekonomi yang cukup
tinggi.Namun walaupun demikian masih banyak peternak yang belum mengenal
spesifikasi kerbau dengan baik.Hal ini yang membuat kami ingin mengetahuinya
lebih dalam lagi selain karena tugas yang berikan.dalam makalah ini kami akan
menjelaskan tentang sejarah dan domestifikasi kerbau .
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 sejarah kerbau
Kerbau
adalah binatang memamah biak yang menjadi ternak bagi banyak bangsa di
dunia, terutama Asia. Kerbau adalah hewan pekerja yang tangguh, dan sampai sekarang masih
dipakai sebagai hewan penarik pedati maupun bajak di beberapa tempat di Asia.Kerbau menghasilkan
susu dan daging yang dapat dikonsumsi manusia. Di Minangkabau, Sumatera Barat,
susu kerbau juga diolah menjadi dadiah (sejenis yoghurt). Masyarakat kota Kudus
di Jawa Tengah memiliki larangan adat untuk mengonsumsi sapi dan menggantikannya dengan kerbau.Tanduk
kerbau digunakan sebagai hiasan rumah di beberapa suku bangsa Nusantara. Selain
itu, tanduk kerbau dapat menjadi bahan baku kerajinan, seperti pipa rokok
(congklang), penggaruk, penjepit wayang kulit, serta hulu keris.Kotoran kerbau
dapat digunakan sebagai pupuk serta bahan bakar jika dikeringkan.
Hewan ini adalah hasil
domestikasi dari kerbau liar yang masih dapat ditemukan di daerah – daerah
seperti Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Cina, Filiphina, Taiwan, Indonesia dan
Thailand. Asia adalah tempat asal kerbau.95% dari populasi kerbau di dunia
terdapat di Asia. Banyak negara-negara Asia yang tergantung pada spesies ini,
baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya. Pada tahun 1992, populasi kerbau
di Asia diperkirakan mencapai 141 juta ekor.Berdasarkan habitatnya,
jenis ternak kerbau dibagi menjadi dua jenis yakni kerbau rawa /
lumpur (swamp buffalo) dan kerbau sungai (river buffalo).Menurut sejarah
perkembangan domestikasi, ternak kerbau yang berkembang di seluruh dunia
berasal dari daerah sekitar India.
Pada dasarnya ternak kerbau digunakan sebagai
ternak kerja, selanjutnya untuk penghasil daging dan juga penghasil susu. Saat ini populasi kerbau liar di Asia mulai menurun dan
dikhawatirkan pada masa yang akan datang tidak akan ada lagi populasi kerbau
liar yang dapat ditemukan. Kerbau dewasa dapat memiliki berat sekitar
300 kg hingga 600 kg. Kerbau liar dapat memiliki berat yang lebih,
kerbau liar betina dapat mencapai berat hingga 800 kg dan kerbau liar
jantan dapat mencapai berat hingga 1200 kg. Berat rata-rata kerbau jantan
adalah 900 kg dan tinggi rata-rata di bagian pundak kerbau adalah 1,7
meter.Salah satu ciri yang membedakan kerbau liar dari kerbau peliharaan adalah
bahwa kerbau peliharaan memiliki perut yang bulat.
Dengan adanya percampuran keturunan
antara kerbau-kerbau antara populasi yang berbeda, berat badan kerbau dapat
bervariasi. Asia adalah tempat asal kerbau.95% dari populasi
kerbau di dunia terdapat di Asia. Pada tahun 1992, populasi kerbau di Asia
diperkirakan mencapai 141 juta ekor. Kadar lemak dari susu kerbau sangatlah
tinggi. Ada dua subspesies yang hidup di Asia yaitu kerbau sungai yang dapat
ditemukan di Nepal hingga di ketinggian 2.800 m, dan kerbau rawa yang hidup di
dataran rendah.Kerbau dapat hidup dengan efisien dalam masa-masa kekurangan
pakan, yang menyebabkan hewan itu tahan hidup.Kerbau rawa biasa digunakan untuk
membajak sawah, karena mereka dapat bergerak di atas lumpur jauh lebih baik
daripada sapi.Di alam liar hanya sedikit populasi kerbau liar yang masih hidup.
Kerbau liar India dapat ditemukan di India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Bhutan
dan Thailand. Kerbau ini memiliki tanduk yang sangat besar dengan rata-rata 1 m
ukurannya.
Walau demikian seekor
kerbau yang ditembak pada tahun 1955 memiliki tanduk yang ukurannya dari ujung
ke ujung mencapai 4,24 m. Ini juga salah satu sebab kerbau jarang diserang oleh
hewan pemakan daging.Ternak kerbau di Indonesia sebagian besar merupakan kerbau
rawa (swamp buffalo) sebanyak 95% dengan keragaman warna, ukuran dan tingkah
laku yang cukup besar.Sisanya sebanyak 5% termasuk kerbau sungai (river
buffalo) yang banyak dipelihara di Sumatera Utara.Di samping itu terdapat jenis
kerbau sungai yang hidup di Sumatera Utara, yang dikenal sebagai kerbau
Murrah.Kerbau-kerbau tersebut dipelihara oleh peternak kecil dengan system
pemeliharaan secara tradisional atau digembalakan secara berkelompok pada areal
sekitar para peternak berdiam. Pada beberapa tempat tertentu terdapat
kepemilikan kerbau dalam jumlah besar seperti di pulau Moa (Maluku), Sumba
(NTT), dan Sumbawa (NTB) dimana jumlah kepemilikan kerbau per peternak dapat
mencapai 100 ekor per induk.
2.2
KLASIFIKASI DAN DOMESTIKASI KERBAU
|
Kerajaan:
|
Animalia
|
|
Filum:
|
Chordata
|
|
Kelas:
|
Mammalia
|
|
Ordo:
|
Artiodactyla
|
|
Famili:
|
Bovidae
|
|
Upafamili:
|
Bovinae
|
|
Genus:
|
Bubalus
|
|
Spesies:
|
B. bubalis
|
Klasifikasi kerbau masih belum pasti, tetapi Bubalus bubalis biasa
dikelompokkan menjadi tiga anakjenis:
1. Kerbau liar (B. bubalis arnee), moyang bagi kerbau
sungai
2. Kerbau sungai (B. bubalis
bubalis) yang berasal dari Asia Selatan.
3. Kerbau rawa (B. bubalis
carabauesis) yang berasal dari Asia Tenggara.
Moyang kerbau rawa
tidak lagi ditemukan secara liar, tetapi diketahui bahwa genom kerbau rawa
terdiri dari 24 pasang kromosom, sedangkan kerbau sungai memiliki 25 pasang
kromosom. Keturunan persilangan dari dua anakjenis ini dapat ditemukan dan
mereka dapat menghasilkan keturunan (fertil). Kerbau tidak dapat berkawin
silang dengan sapi yang memiliki 60 kromosom, meskipun masih termasuk dalam
anak suku
yang sama Bovinae.
Rumpun Kerbau di Indonesia
Rumpun Ternak Kerbau Sumbawa (Provinsi Nusa Tenggara
Barat)
Rumpun Kerbau Kalimantan Selatan (Provinsi
Kalimantan Selatan)
Rumpun Kerbau Kalimantan Timur (Provinsi Kalimantan
Timur)
Rumpun Ternak Kerbau Moa (Provinsi Maluku)
Rumpun Kerbau Toraya (Provinsi Sulawesi Selatan)
Rumpun Kerbau Pampangan (Provinsi Sumatera Selatan)
Kerbau Tapanuli Utara (Provinsi Sumatera Utara)
Kerbau Badegur (Provinsi Banten)
Kerbau Murrah (Provinsi Sumatera Utara)
Berdasarkan penelitian
Mason, 1969, kerbau di bagi menjadi 4 golongan , yakni ;
1) Anoa (buballus depresicronis), khususnya terdapat disulawesi
2) Borneo Buffalo (Buballus arneehosei), khususnya kerbau lumpur yang terdapat di Kalimantan.
3) Kerbau – banteng Delhi, merupakan kerbau yang terdapat di Sumatra dan dikenal sebagai kerbau sungai.
4) Bos Arni, adalah kerbau yang terdapat di asia tenggara dan hampir identik dengan kerbau lumpur dan merupakan keturunannya.
Pada umumnya kerbau di Indonesia tidak menunjukan jenis tersendiri, melainkan bervariasi , baik dalam ukuran , konformasi tubuh, cirri-ciri tanduk, warna kulit dan bulu. Dengan demikian kerbau di Indonesia dapat dibagi menjadi 2 kelompok yakni ; kerbau liar dan kerbau jinak.
Berdasarkan karakteristiknya kerbau jinak dibagi menjadi 2 yaitu :
1) Anoa (buballus depresicronis), khususnya terdapat disulawesi
2) Borneo Buffalo (Buballus arneehosei), khususnya kerbau lumpur yang terdapat di Kalimantan.
3) Kerbau – banteng Delhi, merupakan kerbau yang terdapat di Sumatra dan dikenal sebagai kerbau sungai.
4) Bos Arni, adalah kerbau yang terdapat di asia tenggara dan hampir identik dengan kerbau lumpur dan merupakan keturunannya.
Pada umumnya kerbau di Indonesia tidak menunjukan jenis tersendiri, melainkan bervariasi , baik dalam ukuran , konformasi tubuh, cirri-ciri tanduk, warna kulit dan bulu. Dengan demikian kerbau di Indonesia dapat dibagi menjadi 2 kelompok yakni ; kerbau liar dan kerbau jinak.
Berdasarkan karakteristiknya kerbau jinak dibagi menjadi 2 yaitu :
Secara umum kerbau jenis ini memiliki ciri sebagi
berikut ;
>memiki kulit hitam pekat;
>tubuh padat dan pendek, leher dan kepala
relative kecil;
>punggungnya lebar:serta
>tanduk melingkar rapat seperti spiral.
Kerbau Lumpur (swamp buffalo)
Kerbau ini memiliki ciri sebagai berikut:
> Warna kulit coklat kehitam-hitaman
> Tubuhnya relatif pendek dan
> Kaki pendek serta tanduknya agak melenkung
Kerbau ini memiliki ciri sebagai berikut:
> Warna kulit coklat kehitam-hitaman
> Tubuhnya relatif pendek dan
> Kaki pendek serta tanduknya agak melenkung
Beberapa Jenis Kerbau dan Ciri khasnya
Kerbau Murrah
Kerbau Murrah merupakan
kerbau sungai yang paling penting di India dan beberapa negara lainnya.Kerbau
Murrah terdapat juga di Indonesia yang dipelihara di Sumatera Utara oleh
orang-orang keturunan Sikh, India.Bangsa kerbau Murrah berasal dari India di Negara
Bagian Uttar, Pradesh, Haryana, Punyab dan Delhi (Fahimuddin, 1975). Kerbau
Murrah termasuk kerbau yang paling efisien dalam menghasilkan susu. Produksi
susunya diperoleh sebanyak 1800 kg per laktasi dengan kadar lemak 7-8%,
sedangkan lama laktasi 9-10 bulan (International Relations National Research
Council, 1981)
Ciri-Ciri Umum Kerbau Murrah Adalah :
- Tubuh padat dan pendek
- Leher dan kepala relatif kecil
- Warna kulitnya hitam dengan warna putih pada dahi dan kaki
- Punggungnya lebar
- Tanduk melingkar rapat seperti spiral dan sangat kecil
- Bobot badan betina dewasa 450 kg dan dewasa jantan 550 kg
- Menghasilkan susu 2.050 liter/laktasi
Kerbau Nagpuri
Kerbau ini banyak dipelihara di India, khususnya di
India Tengah dan Selatan. Kerbau ini juga dikenal dengan sebutan Ellichpuri
atau Barari
Ciri-Ciri Umum Kerbau Nagpuri Adalah :
- Memiliki tubuh melebar
- Tanduk besar dan panjang serta melengkung di sisi leher
- Kaki kuat
- Leher panjang
- Warna kulitnya hitam
Kerbau jenis ini dapat menghasilkan kurang lebih
1,200 Kg susu per laktasi sekitar 270 hari
Kerbau Zaffarabadi
Kerbau Zaffarabadi ini berasal dari Pakistan. Banyak
dipelihara di India Barat, khususnya di daerah Gujarat
Ciri-Ciri Umum Kerbau Zaffarabadi Adalah :
- Kepala bagian depan besar
- Tanduk relatif besar
- Warna kulitnya hitam kadang-kadang warna tampak pada kepala dan kaki
- Bobot badan betina dewasa 450 kg dan jantan dewasa 600 kg
- Menghasilkan susu 4.930 liter/laktasi
Kerbau Surti
Kerbau jenis banyak dipelihara di India khususnya di
Gujarat dan daerah sekitarnya,
Ciri-Ciri Umum Kerbau Surti Adalah :
- Bentuk tubuhnya sedang
- Tanduk tidak terlalu panjang
- Memiliki Kaki pendek
- Ekornya panjang
- Warna kulit hitam dan putih
- Bobot badan betina dewasa 400 kg dan jantan dewasa 500 kg
- Memproduksi susu 1.700 liter/laktasi
Kerbau Nili Ravi
Kerbau Nili Ravi banyak dipelihara di India
khususnya di wilayah Punjab di daerah sepanjang sungai Ravi.
Ciri-Ciri Umum Kerbau Nili Ravi Adalah :
- Memiliki tubuh dalam dengan panjang yang cukup
- Kepala besar dan kasar
- Leher panjang dan pipih
- Tanduk kecil
- Ekornya panjang
- Warna kulitnya hitam dan dan ada kalanya coklat serta bulu disekitar mata kepala dan bagian ujung mulut memiliki warna putih
- Bobot badan betina dewasa 500 kg dan jantan dewasa 600 kg
- Memproduksi susu 2.500 liter/laktasi
Sebenarnya ada beberapa jenis lain dari kerbau ini
yang kurang terkenal seperti kerbau Toda di Nilgiri, Kerbau Parlakmedi di
Orissa, dan Pandharpuri dan Marathawada. Populasi kerbau tersebut sangat
sedikit, dan cenderung mengalami kepunahan.
Kerbau Kundhi
Kerbau banyak dipelihara di Pakistan khususnya di
daerah sepanjang sungai Indus.
Ciri-Ciri Umum Kerbau Kundhi Adalah :
- Memiliki tubuh kecil jika dibandingkan dengan kerbau Nili Ravi
- Warna kulit hitam , coklat serta adanya bintik-bintik putih
- Memiliki tanduk luruh dan pendek
- Bobot badan betina dewasa 320 kg dan jantan dewas 450 kg
- Menghasilkan susu 2.000 liter/laktasi
Kerbau Mehsana
Kerbau jenis ini banyak dipelihara di India, khususnya didaerah Bombay, kerbau mehsana mempunyai karakteristik campuran antara kerbau murrah dan surati.
Ciri-Ciri Umum Kerbau Hehsana Adalah :
Kerbau jenis ini banyak dipelihara di India, khususnya didaerah Bombay, kerbau mehsana mempunyai karakteristik campuran antara kerbau murrah dan surati.
Ciri-Ciri Umum Kerbau Hehsana Adalah :
- Memiliki warna tubuh hitam, coklat
- Memiliki tanduk yang sedikit melengkung ke atas
- Ukuran Tubuh Sedang
- Memiliki ekor yang panjang
Kerbau jenis ini oleh masyarat khususnya kerbau
jantan tenaganya banyak dimanfaatkan dalam pertanian, seperti untuk membajak
sawah, dll. Kerbau ini juga termasuk jenis yang memproduksi susu yang dapat
menghasilkan 1700 kg per laktasi sekitar 310 hari.
BAB III
PENUTUP
3.1 SARAN
Dengan
mengetahui informasi mengenai hewan kerbau di atas, sebaiknya kita dapat
meningkatkan produksi ternak kita, khususnya hewan kerbau.berhubung karena
kerbau mempunyai banyak peran dalam kehidupan masyarakat.Dengan begitu juga dapat
meningkatkan kehidupan para peternak kerbau.
3.2 KESIMPULAN
Hewan
kerbau adalah hewan yang berperan banyak
dalam kehidupan masyarakat,selain dari daging,susu,dan kotoran yang
berguna,Hewan ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.Dalam acara
adat juga sering di gunakan.peternakan kerbau di Indonesia cukup besar,karena
sebagian besar kerbau tersebar luas di kawasan asia.Jenis kerbau yang banyak di
Indonesia yaitu kerbau rawa dan kerbau murah.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jendral Peternakan.
Departemen Pertanian. 2013. Basis data statistik.Gunawan, dkk.2010.
Komentar
Posting Komentar